Bea Materai 10.000 Berlaku di Tahun 2021


Bea materai merupakan pajak yang dikenakan kepada dokumen bersifat perdata dan serta dokumen lain untuk digunakan di pengadilan. Nilai bea materai yang berlaku di Indonesia adalah Rp. 3.000 dan Rp. 6.000 yang akan disesuaikan berdasarkan nilai dan penggunaan dokumen. Pada tahun 2021, Pemerintah Indonesia mulai memberlakukan tarif bea materai baru yang bersifat tunggal, yaitu Rp. 10.000. Bea materai Rp. 10.000 sudah mulai didistribusikan. Namun berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Materai, bea materai Rp. 3.000 dan Rp. 6.000 maish tetap berlaku pada masa transisi hingga 31 Desember 2021. Berikut cara penggunaan meterai Rp 3.000 dan meterai Rp 6.000 pada masa transisi:
1. Menempelkan meterai Rp 6.000 dan Rp 3.000 secara berdampingan dalam satu dokumen
2. Menempelkan 3 buah meterai Rp 3.000 secara berdampingan dalam satu dokumen
3. Menempelkan 2 buah meterai Rp 6.000 secara berdampingan dalam satu dokumen

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020, bea materai Rp 10.000 dikenakan kepada beberapa dokumen yang meliputi:
1. Surat perjanjian, surat keterangan, surat pernyataan, atau surat lainnya yang sejenis, beserta rangkapnya
2. Akta notaris beserta grosse, salinan, dan kutipannya
3. Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah beserta salinan dan kutipannya
4. Surat berharga dengan nama dan dalam bentuk apapun
5. Dokumen transaksi surat berharga, termasuk dokumen transaksi kontrak berjangka, dengan nama dan dalam bentuk apa pun
6. Dokumen lelang yang berupa kutipan risalah lelang, minuta risalah lelang, salinan risalah lelang, dan grosse risalah lelang
7. Dokumen yang menyatakan jumlah uang dengan nilai nominal lebih dari Rp5.000.000 (lima juta rupiah) yang (1) menyebutkan penerimaan uang; atau (2) berisi pengakuan bahwa utang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan
8. Dokumen-dokuman lain yang ditetapkan sesuai dengan peraturan pemerintah.
9. Dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di pengadilan.

Pengenaan bea meterai Rp 10.000 berlaku untuk dokumen fisik, dokumen digital serta transaksi elektronik. Nantinya, bea materai akan tersedia dalam bentuk digital atau elektronik. Hal ini disebabkan oleh adanya perkembangan ekonomi digital, sehingga muncul adanya peralihan penggunaan dokumen kertas ke dokumen elektronik. Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi DJP Kemenkeu Iwan Djuniardi menjelaskan, bahwa bea meterai elektronik (e-meterai) dapat dibeli dengan cara yang sama dengan membeli pulsa. Bea materai elektronik memiliki code generator yang dibuat 1 sistem, yang akan disalurkan melalui channeling. Code generator tersebut akan diisikan semacam wallet, sehingga akan berisi total nilai materai yang telah dibayar.

www.omegasoft.co.id

#aplikasikasir #aplikasikasironline #aplikasitoko #aplikasiresto #aplikasirestoran #aplikasicafe #BersamaOmegaAndaBisa #AutopilotBusiness #AutopilotYourBusiness #UMKMNaikKelas #BanggaBuatanIndonesia #SiapBersamaKUMKM #KoperasiKeren #BuatanIndonesia #materai #beamaterai #Pajak

Leave a Reply