Pelanggan merupakan pusat dari setiap strategi bisnis yang
berhasil. Untuk mengembangkan produk atau layanan yang tepat sasaran,
perusahaan perlu memahami secara mendalam tantangan, kebutuhan, dan hambatan
yang dihadapi pelanggan. Pain point adalah area yang menunjukkan kesulitan atau
kebutuhan yang belum terpenuhi, dan riset produk menjadi salah satu cara paling
efektif untuk menemukannya. Dengan riset yang terstruktur, perusahaan dapat mengumpulkan
data, menganalisis perilaku pelanggan, serta memperoleh insight yang akurat
mengenai masalah nyata yang mereka hadapi. Hal ini membantu perusahaan untuk
merancang produk atau layanan yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan
pasar, sekaligus meminimalkan asumsi yang tidak berdasar.
Dalam riset produk, terdapat beberapa pendekatan yang dapat
digunakan untuk menemukan pain point pelanggan secara efektif:
·
Analisis Data Transaksi: Melihat pola pembelian,
produk yang sering dikembalikan, atau frekuensi pembelian dapat mengungkap area
yang menimbulkan kendala bagi pelanggan.
·
Survei dan Kuesioner Terstruktur: Pertanyaan yang
dirancang untuk memahami pengalaman pelanggan, kendala, dan harapan mereka
memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pain point utama.
·
Observasi Penggunaan Produk: Mengamati bagaimana
pelanggan menggunakan produk atau layanan dalam kehidupan nyata dapat
mengidentifikasi hambatan yang tidak terlihat dalam laporan formal.
·
Feedback dari Saluran Layanan Pelanggan: Keluhan,
pertanyaan, atau saran yang masuk melalui layanan pelanggan dapat menjadi
indikator penting mengenai pain point yang sering muncul.
·
Benchmarking Kompetitor: Menilai produk atau layanan
pesaing membantu menemukan gap atau kekurangan yang dirasakan pelanggan, sekaligus
mengungkap peluang untuk diferensiasi.
Selain metode di atas, penting bagi perusahaan untuk
mengintegrasikan hasil riset ke dalam strategi pengembangan produk. Hal ini
melibatkan pencatatan pain point, prioritas berdasarkan frekuensi atau dampak,
serta pengelompokan berdasarkan jenis masalah, misalnya fungsional, finansial,
operasional, atau emosional. Dengan cara ini, insight yang diperoleh dari riset
dapat digunakan secara sistematis dalam pengambilan keputusan bisnis dan
inovasi produk.
Solusi yang dapat mendukung proses riset dan pengelolaan
bisnis untuk menemukan pain point pelanggan tersedia melalui sistem Omegasoft,
termasuk Omega POS dan Omega Accounting. Omega POS memungkinkan pemilik usaha
memantau transaksi, menganalisis perilaku pembelian, dan mengidentifikasi tren
yang menyoroti pain point pelanggan. Sementara Omega Accounting mempermudah
pencatatan keuangan, evaluasi profitabilitas produk, dan analisis performa
layanan. Dengan integrasi kedua sistem ini, pengusaha dapat mengumpulkan data yang
akurat, membuat keputusan berbasis insight, dan mengembangkan produk atau
layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan secara lebih efektif.
Omegasoft adalah perusahaan pengembang perangkat lunak berbasis manajemen bisnis. Omegasoft menyediakan berbagai jenis sistem dan alat untuk membantu bisnis Anda menjadi autopilot, di antaranya adalah Omega POS (Aplikasi Kasir), Omega Accounting (Software Akuntansi), Omega Loyalty App (CRM), e-Commerce dan IoT (Internet of Things), Aplikasi Koperasi, software billing, dan sebagainya. Kami menyediakan semua yang dibutuhkan oleh semua jenis bisnsi untuk semakin berkembang. Kami meyakini apabila perkembangan teknologi komputasi dan informasi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung dan memudahkan berbagai aktivitas bisnis, maka setiap bisnis di Indonesia dapat mencapai kemajuan secara berkelanjutan. Aplikasi dari Omegasoft berbasis online (Cloud Base) sehingga mempermudah Anda mengelola cabang-cabang bisnis Anda dari manapun dan kapanpun. Omegasoft juga menyajikan data vital mengenai bisnis Anda secara real-time dan mudah. Sehingga Anda dapat memperoleh insight bisnis Anda lebih dalam.